Selasa, 18 Maret 2014

Here's Where Australia's High Net Worth Individuals Are Investing Their Cash

GETTY
Australia’s high net worth indivduals, those with $1 million or more to invest, are growing in number and have started changing tactics.
The Investment Trends 2013 High Net Worth Investor (HNW) Report shows the number of high net worth investors in Australia jumped 8% to 400,000 in 2013 from 370,000 in 2012.
They collectively hold nearly $1.4 trillion in investable assets.
And these high end investors have started reinvesting their cash reserves.
In 2013, the big investors allocated a larger proportion of their funds into direct listed shares and less into cash and term deposits compared to 2012.
“We find HNW investors to be leading indicators for what the general investor population will do,” said Investment Trends Senior Analyst Uwe Helmes.
“While the general population continued to accumulate cash reserves in 2013, according to RBA figures, HNW investors were ahead of the curve with a quarter of them already in the process of re-investing their excess cash.”
The proportion of assets invested in cash and term deposits declined in 2013 for the first time since 2009 (from 20% to 16%).
They allocated a larger proportion of their assets into direct shares (from 26% to 32%) to levels last seen in 2010.
This was driven by both more high net worth investors going into direct shares (90%, up from 85%) and a rise in the average amount invested ($1.15 million among those investing in direct shares, up from $950,000 in November 2012).
With the improvement in confidence, the momentum towards defensive assets observed over the previous four years is finally reversing.
Since 2008, an increasing proportion of high net worth investors have been investing for income, while fewer have been chasing capital gains. This remains the case but some appetite for capital growth is returning.
Global investment exposure has increased with considerable additional interest in North America
“Wealthy investors are showing increasing interest in investing globally,” said Uwe Helmes.
“Half of all high net worth investors have some form of international investment, up from just 40 per cent in 2009. In particular, interest in the United States and more broadly North America has increased over the last couple of years, with 8 per cent of HNW investors intending to start investing there over the next 12 months.”
Investment Trends surveyed 2,459 Australian high net worth investors, who collectively hold nearly $8 billion in investable assets, including 100 ultra-high net worth investors with more than $10 million to invest.
This chart shows the increasing number of high net worth investors in Australia:

Rabu, 05 Maret 2014

Kaya dari Dividen Saham

1. Folorunsho Alakija
Jumlah kekayaannya US$2,5 miliar. Wanita asal Nigeria ini jadi kaya atas usahanya sendiri dan bukan dari bisnis warisan. Dia adalah putri dari seorang ayah yang memiliki delapan istri dan 52 anak. Alakija menjadi miliarder perempuan pertama di Nigeria berkat kepemilikan saham di salah satu perusahaan penghasil minyak.

Resign dari karier pertama yang dijalaninya yakni bekerja sebagai sekretaris di salah satu bank Nigeria pada 1970, Alakija belajar desain fashion di Inggris.

Dia kemudian mendirikan Supreme Stitches, label fashion Nigeria yang khusus melayani kelas atas, termasuk Maryam Babangida, istri mantan presiden militer Nigeria, Ibrahim Babangida.

Alakija mendapat lisensi prospektif minyak seluas 620.000 hektare pada 1993. Alakija lalu meminta Texaco untuk menilai potensi kandungan minyak di tempat tersebut. Tiga tahun kemudian dia mendirikan Famfa Oil. Perusahaan minyak ini masuk dalam OML 27, salah satu blok minyak paling produktif di Nigeria. Dia diketahui memiliki 60 persen saham Famfa Oil.
2. Denise Coates

Jumlah kekayaan yang diusahakan sendiri sebesar US$1,6 miliar. Saat masih sekolah, Coates bekerja sebagai kasir di toko milik ayahnya.

Setelah selesai sekolah, dia dilatih untuk menjadi akuntan. Dia lalu mengakuisisi beberapa toko, berapa tahun kemudian dia menjualnya.

Suatu hari dia melihat keberhasilan bisnis judi online, dia pun mengarahkan keluarganya untuk beralih ke situ. Pada tahun 2000 dia membeli domain Bet365.com dan meluncurkan situs judi online pada Maret 2001.

Saat ini dia menjadi CEO dan pemegang saham terbesar di Bet365.com, situs judi online. Perusahaan itu dia bentuk bersama kakaknya, John.

Tahun lalu, penjualan judi online itu mencapai US$1,6 miliar, dia juga memiliki salah satu tim sepak bola Inggris. Sebagian hartanya lagi diperoleh dari sahamnya di salah satu perusahaan judi dan dividen yang diperoleh dari perusahaan judi itu selama lebih dari 13 tahun beroperasi.
3. Aerin Lauder Zinterhofer

Jumlah kekayaan yang dimilikinya US$1,1 miliar, sebagian diperolehnya dari warisan. Dia masuk ke dalam daftar miliader dunia setelah penjualan Estee Lauder, perusahaan kosmetik yang didirikan almarhumah neneknya, melonjak hingga US$100 miliar.

Putri sulung dari seorang dermawan dan pemimpin kongres Yahudi dunia, Ronald Lauder, sekarang memimpin perusahaan yang bergerak di bidang lifestyle itu.

Pada 2012 dia meluncurkan make-up, kemudian merambah ke parfum, aksesoris, perhiasan dan dekorasi rumah.
4. Jane Lauder
Jumlah kekayaan yang dimilikinya US$1,15 miliar, sebagian ia dapatkan dari warisan. Cucu dari legendaris pemilik perusahaan kosmetik terkenal Estee Lauder ini, menjadi miliarder perempuan termuda di Amerika Serikat. Dia masuk ke dalam daftar setelah mengambil alih saham dari perusahaan raksasa keluarganya.

Pada April tahun lalu, Lauder mengambil alih Clinique, perawatan kulit yang identik berada di mall, ini adalah salah satu dari 30 perusahaan di bawah payung Estee Lauder.

Pada 1996, setelah lulus dari Stanford University, dia bergabung di perusahaan milik neneknya. Dia menjalankan perusahaan yang menghasilkan produk make-up.

Dia kemudian menggantikan posisi ayahnya. Suaminya, Kevin Warsh, juga lulusan Stanford University. Suaminya juga menjadi anggota Federal Reserve Board termuda. Pasangan ini tinggal di Manhattan.

Selasa, 04 Maret 2014

Exciting Updates Equidate: The marketplace for startup equity.





We’re extremely excited to have you as a part of our growing community. The response we’ve received over the last month has been overwhelming. You might have seen us in Forbes this past weekend!

What we've been up to:
  • We’ve been busy polishing our platform and legal infrastructure. We want to make sure the process is secure and seamless as our transaction volume ramps up.
     
  • We’ve been gradually on-boarding shareholders and investors. Those of you who have seen our platform have gotten a taste of what’s in store. We’re excited to open up the marketplace to all of you soon!
     
  • We’re in the middle of wrapping up a financing round. More news to come on this front.
Millions of dollars worth of stock have now been listed on our platform, from shareholders at companies including Dropbox, Airbnb, SecondMarket, Evernote, Chartboost, SurveyMonkey, BitTorrent, Addepar, Drchrono, and 23andMe, to list a few.

Over the last month you’ve referred thousands of new members to our community. Thank you so much for your support. In case you’ve lost your referral link: http://www.equidateinc.com/?r=XXBGP0. Share this via Facebook, Twitter, or email - you earn $1000 towards future transactions when someone you refer completes a transaction! (void where prohibited by law)

We’re going to keep you updated with a new monthly newsletter. Meanwhile, please feel free to reach out to us directly if you have any questions. We’re always happy to chat with you!

Best,

Sohail, Samvit, Gil, & Andrea

Selasa, 18 Februari 2014

Zalora Dilaporkan Siapkan Penawaran Saham Perdana di Amerika Serikat


zalora
Tech In Asia melaporkan bahwa perusahaan e-commerce milik Rocket Internet Zalora yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara sedang menyiapkan diri untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) dengan mencari “IPO Project Manager”. Posisi ini berperanan menyusun pelaporan yang sesuai dengan regulasi SEC dan GAAP, serta memiliki pengalaman berkaitan dengan IPO di Amerika Serikat. Saat ini informasi posisi tersebut sudah dicabut dari halaman JobsDB Singapura.
Secara finansial, meskipun Zalora memproyeksikan baru memperoleh keuntungan di tahun 2015, perusahaan ini sudah mengumpulkan begitu banyak investasi, secara total lebih dari $500 juta, dalam usahanya menjadi yang terdepan di industri ini di kawasan Asia Tenggara. Absennya pemain e-commerce besar seperti Amazon dan eBay membuat langkah Zalora seperti tanpa tanding. Selain Zalora, dilaporkan bahwa saudaranya yang beroperasi di kawasan Eropa Zalando juga bakal melakukan hal serupa. Kami perkirakan, jika tanpa aral merintang, Zalora bakal melantai di bursa saham Amerika Serikat tahun 2015.
Apa tujuan Zalora melakukan IPO? Hal yang paling logis adalah sebagai exit plan yang disusun oleh Rocket Internet dan para investor awal Zalora. Dengan melempar saham ke publik, mereka bisa memetik keuntungan (yang bisa berlipat-lipat) dari dana yang diinvestasikan selama ini. Dana bakal digunakan lagi oleh Rocket Internet sebagai serial entrepreneur untuk membuka bisnis baru.
Kisah sukses Amazon dan eBay sebagai perusahaan e-commerce publik yang sahamnya bernilai berlipat-lipat setelah IPO bisa mendorong harapan supaya warga Amerika Serikat melirik Zalora sebagai sasarannya. Sebagai perbandingan jika seseorang menginvestasikan dana $1000 untuk membeli saham Amazon saat penawaran saham perdana tahun 1997, di bulan November 2013 nilainya akan mencapai lebih dari $239.000 (atau hampir 240 kali lipat) dalam waktu 16 tahun.
Hal yang tidak berbeda sesungguhnya juga diamini oleh sejumlah pengusaha e-commerce di Indonesia. Salah satunya adalah Bukalapak, di mana Achmad Zaky selaku Pendiri dan CEO berharap dalam jangka beberapa tahun ke depan bisa melancarkan hal serupa. IPO menurut mereka adalah exit plan terbaik yang bersifat win-win solution untuk semua pihak.

Senin, 10 Februari 2014

Ebook Analisis Kuartal IV 2013

Dear investor, untuk membantu anda dalam melakukan screening untuk memilih saham yang bagus dan memiliki valuasi rendah, maka penulis membuat Ebook Kuartalan (buku elektronik, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis terhadap 30 buah saham, yang pada edisi kali ini berdasarkan kinerja laporan keuangan (LK) mereka pada Kuartal IV 2013. Berikut adalah ketiga puluh saham dibahas dalam ebook kali ini, yang sudah disaring berdasarkan fundamentalnya dari sekitar 400-an saham di BEI:
Catatan: Pilihan sahamnya belum ditentukan, karena masih menunggu para emiten merilis laporan keuangannya masing-masing. Namun berikut adalah ke-30 saham yang dibahas di edisi sebelumnya, yakni edisi Kuartal III 2013.



MTDL
BBNI
TOTL
TELE
BKSL
NRCA
ERAA
KIJA
MNCN
UNVR
MDLN
MFIN
ICBP
GPRA
CASS
WIIM
SMRA
MLPL
AISA
LPCK
GEMA
MBTO
SMGR
ISSP
BBRI
SMBR
EKAD
BTPN
ADHI
MBSS

Selain ketiga puluh saham diatas, penulis juga memasukkan analisis singkat dari beberapa saham yang tidak masuk list rekomendasi (tidak direkomendasikan, setidaknya untuk saat ini), entah karena kinerjanya lagi nggak bagus atau valuasi/harga sahamnya sudah mahal, namun penulis tetap membahasnya meski hanya sekilas karena saham-saham tersebut dipegang oleh banyak investor (mungkin anda salah satunya). Jadi yap, ebook ini sebenarnya merangkum analisis dari semua saham di BEI, tapi yang dibahas hanya yang memang cukup bagus saja. Ebook ini dibuat dengan cara menganalisis semua laporan keuangan di BEI, satu per satu.

Ebook ini pertama kali terbit pada September 2010, dan Edisi kali ini merupakan edisi keempat belas yang akan terbit pada hari Senin, tanggal 17 Februari 2014. Berikut adalah beberapa poin utama yang dibahas di ebook tersebut:
1. Pilihan saham-saham yang cocok untuk investasi (mid hingga long term)
2. Pilihan saham-saham yang secara fundamental bisa dipakai untuk trading
3. Tingkat rekomendasi untuk tiap-tiap saham
4. Posisi harga beli yang disarankan untuk tiap-tiap saham, plus target harganya jika ada, dan
5. Outlook serta prospek perusahaan yang bersangkutan kedepannya
Seluruh analisisnya ditulis dengan gaya penulisan seperti yang biasa disajikan di website ini, dan dengan tingkat akurasi rekomendasi yang juga kurang lebih sama (disclaimer is on), namun analisisnya disajikan secara lebih ringkas dan to the point (karena saham yang dibahas adalah 30 saham sekaligus), sehingga tebal ebooknya hanya sekitar 50 – 60 halaman.
Berikut ini adalah biaya untuk memperoleh ebook tersebut:
1. Print VersionRp250,000
2. Non-Print Version, Rp200,000
Catatan: Isi materi yang disajikan dikedua versi tersebut sama saja. Bedanya, Print Version bisa diprint/dicetak diatas kertas, sehingga bisa dijadikan buku beneran. Namun ini bukan berarti bukunya sudah berbentuk buku, melainkan masih berbentuk file PDF yang nantinya bisa anda print sendiri (pake printer kantor aja biar gratis). Sedangkan Non-Print Version tidak bisa diprint, sehingga anda hanya bisa membacanya melalui komputer, tablet, maupun smartphone.
Bonus: Agar ebook ini tetap up to date hingga 3 bulan kedepan, maka penulis menyediakan ‘kalkulator saham’ dalam bentuk file Microsoft Excel, dimana anda bisa memasukkan harga terbaru dari saham yang anda cermati, kemudian nantinya PER dan PBV sahamnya akan berubah dengan sendirinya. Sehingga anda bisa tetap menganalisis PER dan PBV terbaru dari saham-saham yang disajikan di ebook ini, sekaligus membanding-bandingkannya, tanpa perlu terpaku pada posisi harga saham ketika ebook ini terbit. Kalkulator saham ini akan anda terima dalam satu paket dengan Ebooknya.
Okay, berikut cara pesennya (preorder):
1. Lakukan payment melalui transfer:
Bank Mandiri no rek 132.000.7062087 a/n Teguh Hidayat, atau
Bank BCA no rek 139.229.1118 a/n Teguh Hidayat.
Jangan lupa untuk menyertakan angka unik dalam nominal transfer anda. Misalnya jika anda memesan non print version, maka transfernya 200003, 200005, dan seterusnya. Ini untuk membedakan transferan anda dengan yang lainnya.
2. Segera kirim email ke teguh.idx@gmail.com dengan subjek ‘Preorder Ebook Kuartalan', dan isi: Nama lengkap anda, print/non-print version, jumlah transfer, bank tujuan transfer. Contoh: , Non-Print Version, 200007, BCA. Anda nggak perlu kirim bukti transfer, karena penulis bisa langsung mengecek transferan anda melalui internet banking.
3. Anda akan menerima email konfirmasi bahwa payment anda sudah diterima, selanjutnya ebooknya akan dikirim ke alamat email anda segera setelah terbit pada tanggal 17 Februari.
Demikian, semoga produk sederhana yang penulis buat ini bisa membantu anda untuk menghemat waktu dalam mengerjakan analisis, dan tentunya meningkatkan perolehan gain anda di market. Bagi anda yang merupakan investor serius, maka ebook ini akan menjadi senjata serta panduan penting yang harus anda miliki untuk bertempur di pasar modal.
Catatan:

  1. Penulis menyediakan layanan aftersales, dimana anda sebagai pelanggan ebook ini bisa bertanya apapun terkait analisis yang disajikan di ebooknya. Anda bisa mengirim pertanyaan tersebut melalui email teguh.idx@gmail.com, dan penulis akan membalasnya secepatnya.
  2. Analisis yang ditulis di ebook ini sejatinya merupakan ‘blueprint’ dari rencana kegiatan investasi milik penulis sendiri. Sampel gratis dari ebook ini bisa diperoleh disini.
  3. Anda masih bisa membeli Ebook Kuartalan edisi Kuartal III 2013, yaitu edisi yang terbit sebelum edisi Kuartal IV 2013 ini, tentunya dengan harga diskon yaitu Rp95,000, sudah merupakan versi yang bisa diprint. Untuk memesannya, anda bisa transfer biayanya ke no rekening diatas, kemudian kirim email ke teguh.idx@gmail.com dengan subjek 'Ebook Kuartalan edisi lama'. Jangan lupa sebutkan nama anda, dan bank tujuan transfer.
Punya pertanyaan tentang produk analisis ini? Anda bisa menanyakannya dengan mengirim email pertanyaan ke teguh.idx@gmail.com, or call/SMS my assistant (Ms. Nury) di nomor telp 081220445202 dan Pin BB 2850E045.
Atau anda bisa langsung kontak penulis melalui pin BB 7556E6B4 (saya sendiri, office hour only).
Terakhir, anda juga bisa berlangganan ebook ini untuk satu tahun penuh alias empat edisi, yaitu mulai dari edisi Kuartal IV 2013 ini hingga edisi Kuartal III 2014 mendatang, tentunya dengan diskon alias potongan harga. Berikut biayanya:
1. Print Version, Rp800,000
2. Non-Print Version, Rp700,000
Untuk memesannya, anda bisa transfer biayanya ke salah satu nomor rekening diatas (gak usah pake angka unik), lalu kirim email ke teguh.idx@gmail.com, dengan subjek 'Ebook Kuartalan Satu Tahun'. Seperti biasa jangan lupa sebutkan nama lengkap anda, print/non print version, dan bank tujuan transfer.

Di Sini, Orang Kaya Menimbun Harta

PLASADANA.COM - Adalah rahasia umum, jika kebanyakan orang kaya di dunia berlomba-lomba menyembunyikan harta mereka. Segala cara dan semua tempat mereka gunakan sebagai lumbung rahasia, demi menghindari pungutan pajak.
Salah satu tempat yang menjadi surga orang kaya pengemplang pajak adalah British Virgin Island. Ini adalah pulau kecil milik Kerajaan Inggris yang terletak di Kepulauan Karibia Amerika Selatan, tepatnya sebelah timur Jamaika. Luas wilayahnya hanya 153 kilometer persegi dengan penduduk 23 ribu orang.
Tapi jangan lihat dari profil fisiknya saja. Sebab, kekayaan British Virgin Island bisa jadi lebih besar ketimbang negara-negara berkembang di Asia. Maklum saja, di pulau kecil ini bermukim aset-aset orang terkaya di seluruh dunia, dan kebanyakan berasal dari Asia.
Penelitian terbaru The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) menyebutkan orang kaya Cina menjadi penimbun harta nomor wahid di kawasan ini. Di kawasan Karibia, terdapat 21 ribu orang kaya asal Cina. Para pemimpin dan elit politik Cina kabarnya memiliki aset di British Virgin Island, salah satunya saudara ipar Presiden Xi Jinping.
Sialnya warga Cina kebanyakan tidak mengetahui adanya timbunan kekayaan para pemimpin mereka di luar negeri. Kemungkinan para petinggi ini menggunakan British Virgin Island sebagai lumbung uang hasil korupsi dan tunggakan pajak. ICIJ memperkirakan nilai aset tidak terlacak itu mencapai US$ 1-4 triliun, yang tertimbun sejak tahun 2000.
Orang Indonesia pun tak ketinggalan. Menurut ICIJ, ada 2.506 orang Indonesia yang menimbun harta di kawasan ini melalui perusahaan offshore, perusahaan yang beroperasi di luar negara tempat dia terdaftar. Riset ICIJ menyebutkan 9 dari 11 orang kaya Indonesia memiliki 190 perusahaan offshore dengan kekayaan US$ 36 miliar. Mereka adalah orang terkaya Indonesia yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Soeharto.
Di British Virgin Island, mereka bebas menimbun harta lantaran cuma dikenai pungutan murah. Tanpa kewajiban pelaporan asal usul harta dan bebas dari penyelidikan pencucian uang. Jika sudah begini, siapa yang mampu mengusutnya?
Penulis: Peppy Ramadhyaz

Orang Terkaya di Indonesia 2014 – Benny Subianto (Peringkat 37)

Mau bisnis ya harus berani berkorban, berdisiplin, serta bekerja keras. Nilai-nilai ini harus dipegang benar
Benny Subianto – Orang Terkaya ke 37 di Indonesia
Geng Astra kembali masuk ke daftar orang terkaya di Indonesia. Setelah nama-nama yang lebih terkenal seperti Sandiaga Uno, kini nama Benny Subianto yang juga pernah berguru langsung ke William Soeryadjaja masuk ke salah satu daftar orang terkaya di Indonesia. Benny, dengan kekayaan total 790 Juta Dollar atau lebih dari 9 Trilliun Rupiah menjadi orang terkaya ke 37 di Indonesia. Kekayaan tersebut paling banyak didapatkan dari sahamnya di dua perusahaan batubara, Triputra Group dan Adaro Energy, serta perusahaan karet Kirana Megatara.
benny-subianto
Karir Benny Subianto dimulai dari Astra International yang didirikan oleh William Soeryadjaja. Benny Subianto ditarik oleh Theodore Rachmat (orang terkaya ke 14 di Indonesia), atau biasa dipanggil dengan Teddy, yang berhasil melihat bakatnya yang gemilang. Sejak muda, beliau dipercaya oleh Om William dan Teddy untuk mengelola anak perusahaan Astra seperti United Tractors, Agro Industri, Astra Basic Industri, serta Sumalindo Lestari Jaya. Bersama Edward Soeryadjaja (anak dari William Soeryadjaja), serta Boy Tohir, beliau juga mendirikan Adaro Energy yang akhirnya juga berhasil melejitkan nama Sandiaga Uno.
Karir Benny Subianto sendiri tidak lepas dari keberhasilannya melalui dua masa sulit. Pertama, pada tahun 1975 harga minyak turun, sehingga menyulitkan pembayaran utang-utang perusahaan. Kedua, yang mungkin juga paling parah, adalah ketika pada tahun 1991 terjadi kemelut Bank Summa yang memaksa keluarga William Soeryadjaja menyerahkan saham ke pemegang saham baru seperti Prajogo Pangestu (orang terkaya ke 41 di Indonesia).