Rabu, 19 Maret 2014

Mengenal Saham-Saham 'Jackpot'

Penulis membuat buku yang berisi kumpulan analisis fundamental terhadap saham-saham pilihan, berdasarkan kinerja laporan keuangan mereka di Kuartal IV 2013 (update), dan anda bisa memperolehnya disini.

Sekitar dua tahun terakhir ini penulis menemukan fakta menarik di pasar, dimana ada beberapa saham yang secara fundamental bagus, valuasinya juga wajar atau bahkan murah, namun pergerakannya terkesan sangat lamban. Dalam beberapa bulan, saham-saham ini terkadang hanya mondar mandir disitu-situ saja, misalnya jika pada awal Januari dia berada di posisi 1,000, maka pada akhir Juni dia masih di posisi 1,000-an tersebut. Tapi pada waktu-waktu lainnya saham ini seringkali tiba-tiba saja naik signifikan, mungkin sampai 2,000 atau 2,500 hanya dalam satu atau dua bulan, sebelum kemudian balik lagi ke 1,000. Nah, ketika terjadi kenaikan dramatis inilah, seorang investor yang sudah memegang saham tersebut di harga 1,000 boleh dikatakan telah memperoleh jackpot.

Namun anda jangan bayangkan bahwa ‘jackpot’ tersebut bisa terjadi setiap hari. Terkadang si investor harus menunggu cukup lama, bisa sampai berbulan-bulan, hanya untuk memperoleh satu kali jackpot dalam setahun. Beberapa yang beruntung mungkin bisa memperoleh jackpot tersebut secara cepat, dimana ia membeli saham pada hari Senin, dan pada hari Selasanya saham tersebut langsung naik. Tapi beberapa lainnya mungkin harus menunggu sampai berbulan-bulan, terkadang dengan digoyang-goyang dulu selama perjalanan beberapa bulan tersebut (sahamnya sempat turun dulu).
Tapi intinya ketika jackpot itu diperoleh, maka gain yang diperoleh bisa sangat signifikan, mungkin bisa mencapai 50% atau lebih. So, katakanlah anda hanya satu kali memperoleh 50% tersebut dalam satu tahun, maka itu sudah lumayan toh? Dan juga sudah sangat jauh diatas rata-rata pasar. Sebab kenaikan IHSG sendiri kalau dirata-ratakan nggak sampai 15% per tahun.
Anyway, kunci utama dari investasi di saham-saham jackpot ini adalah bahwa anda harus tahu bahwa dia tidak akan turun lagi dibanding harga dimana anda membelinya. Atau kalaupun dia turun, maka cepat atau lambat akan naik lagi. Dan sebuah saham hanya tidak akan turun lagi jika kualitas kinerjanya minimal cukup baik serta konsisten dalam jangka panjang, sementara valuasinya pun sudah sangat rendah, baik secara relatif (dilihat dari PER), maupun absolut (PBV-nya kurang dari 1 kali).
Nah, ketika sebuah saham sudah tidak bisa turun lebih rendah lagi, maka artinya apa? Artinya, sewaktu-waktu dia bisa naik. Anda tidak akan pernah tahu kapan saham itu akan naik, tapi yang penting, anda tahu bahwa saham itu akan naik.
Lho, memangnya ada saham-saham yang seperti itu? Yup, ada! Berikut adalah tiga saham ‘jackpot’ versi penulis, tapi mungkin anda sudah mengetahuinya:
1. Ekadharma International (EKAD, pernah penulis bahas disini)
2. Gema Grahasarana (GEMA)
3. Multi Indocitra (MICE)
Agar sistematis, berikut adalah poin-poin analisis dari ketiga saham diatas, dan kenapa mereka bisa disebut sebagai saham jackpot.
1. Ketiga perusahaan bermain di industri yang sederhana dan mudah. EKAD adalah perusahaan produsen pita perekat merk ‘Daimaru’, GEMA perusahaan jasa interior design dan produsen produk-produk furniture dengan merk ‘Vivere’, dan MICE adalah produsen perlengkapan bayi merk ‘Pigeon’. Khusus untuk EKAD dan MICE, penulis menilai bahwa kedua perusahaan tersebut memproduksi produk jenis consumer, yang dibutuhkan secara terus menerus oleh orang banyak, dan itu tentu bagus. Sementara untuk GEMA, meski produknya tidak dibeli orang setiap hari, perkembangan usahanya dalam beberapa tahun terakhir ini tampak cukup mengesankan, kemungkinan karena didorong oleh meningkatnya selera masyarakat perkotaan akan tampilan interior rumah, kantor, dan apartemen yang lebih baik.
2. Ketiga perusahaan memiliki brand yang cukup kuat untuk produknya masing-masing. Anda mungkin juga sudah cukup hafal dengan merk Vivere dan Pigeon. Kalau Daimaru, well penulis sendiri kalau beli lakban gak pernah liat merk-nya, tapi kalau gak salah lakban yang dijual di Ace Hardware, itu memang merk-nya Daimaru.

Koleksi produk peralatan bayi 'Pigeon'
3. Ketiga perusahaan fokus pada industrinya masing-masing, sehingga mereka merupakan ekspertise yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya masing-masing. Jadi EKAD ya hanya bikin lakban saja, dan gak pernah coba-coba akuisisi tambang batubara, misalnya. Untuk MICE, perusahaan juga memang sedang mencoba peruntungan di lampu hemat energi dengan merk ‘Hori’, namun sejauh ini hal itu tidak mengganggu bisnis inti perusahaan.
4. Ketiga perusahaan beroperasi dengan konservatif, running business as it is. Mereka hanya membuat produk, kemudian menjualnya, that’s it, tanpa right issue, menerbitkan obligasi, atau semacamnya. Mereka juga hampir nggak punya utang, dimana DER EKAD dan MICE masing-masing dibawah 1 kali. Tapi memang untuk GEMA utangnya agak lumayan.
5. Ketiga perusahaan dikelola oleh tim manajemen yang berpihak kepada investor, itu bisa dilihat dari: 1. Perusahaan rutin membagikan dividen setiap tahun, 2. Perusahaan rutin melakukan pengembangan kegiatan usaha dengan cara-cara yang wajar dan tidak berlebihan, misalnya mendirikan pabrik baru, membuka gerai baru, hingga menciptakan variasi produk baru, dan 3. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar berita bahwa RUPS yang diselenggarakan oleh EKAD, MICE, dan GEMA, menjadi batal gara-gara nggak kuorum, kemudian para investor yang hadir menjadi mengamuk dan rusuh macam kalah pertandingan sepakbola, if you know what I mean.
And by the way, untuk mengetahui lebih detail tentang ciri-ciri manajemen yang baik dan berpihak kepada investor, anda bisa baca artikelnya disini. Okay, lanjut!
6. Ketiga perusahaan memiliki kinerja jangka panjang yang cukup baik serta konsisten. Pada periode laporan keuangan terbaru (Kuartal III 2013), laba MICE serta GEMA memang sedikit turun. Tapi dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan mereka baik dari sisi kenaikan modal bersih, pendapatan, serta laba bersih, semuanya tampak cukup baik. Anda bisa membaca datanya di masing-masing laporan tahunan terakhir milik perusahaan.
7. Ketiga perusahaan memiliki rasio lancar yang bagus, dimana aset lancar mereka lebih besar secara signifikan dibanding aset tidak lancar. Ini artinya jika terjadi sesuatu yang buruk pada perusahaan (perusahaannya bangkrut), maka aset-asetnya akan bisa dengan mudah dilikudasi. Asset turnover alias rasio perputaran aset mereka juga bagus, dimana nilai pendapatan MICE, GEMA, dan EKAD dalam satu tahun biasanya sudah lebih besar dari nilai total aset perusahaan. Sekedar catatan, dua kriteria ini biasanya hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan consumer, dan perusahaan pakan ayam (CPIN dan saudara-saudaranya).
8. Ketiga perusahaan memiliki kualitas kinerja yang secara umum cukup baik, meski tidak bisa disebut sangat baik. Kecuali MICE, baik EKAD maupun GEMA memiliki rasio profitabilitas yang lumayan, dengan ROE dikisaran 20%. Kalau diurutkan berdasarkan kualitas kinerjanya di Kuartal III 2013, maka saham dengan fundamental terbaik adalah EKAD, disusul GEMA, dan terakhir MICE. Entah kebetulan atau tidak, valuasi saham EKAD pada saat ini adalah juga yang paling tinggi diantara ketiganya, sementara MICE adalah yang terendah. Selengkapnya bisa dilihat di tabel dibawah ini:
Nah, diluar kedelapan poin diatas, faktor yang paling menarik dari EKAD, GEMA, dan juga MICE, adalah valuasinya yang rendah, atau bahkan sangat rendah jika dibandingkan dengan rata-rata valuasi dari seluruh saham di bursa. Berikut datanya, harga saham adalah harga penutupan tanggal 20 Desember 2013:
Stocks
Price (Rp)
PER (x)
PBV (x)
Dividend Yield (%)
EKAD
390
6.2
1.2
2.1
GEMA
460
4.7
0.9
6.7
MICE
400
7.9
0.7
3.8
Faktor valuasi yang rendah inilah yang membuat ketiga saham diatas, kecuali terjadi peristiwa luar biasa terkait perusahaannya, atau pasar saham itu sendiri hancur lebur seperti tahun 1998 dan 2008 lalu, sangat kecil risikonya untuk turun signifikan dibanding posisi harganya pada saat ini. Sebab ketiga perusahaan diatas masih beroperasi dengan normal, masih menghasilkan laba, dan ekuitasnya juga masih terus bertumbuh. Maksud penulis, terkadang ada beberapa kasus dimana harga dan valuasi sebuah saham bisa menjadi sangat rendah, atau bahkan jauh lebih rendah dibanding nilai riil aset-asetnya (PBV-nya jauh lebih rendah dari 1 kali, mungkin hanya 0.5 kali atau bahkan lebih rendah lagi), karena kinerja perusahaannya buruk, perusahaan sedang terlilit utang besar yang tidak mampu mereka bayar, atau sektor usahanya sendiri sedang dilanda isu negatif.
Tapi untuk ketiga perusahaan yang sahamnya sedang kita bahas disini, faktor-faktor tersebut sama sekali tidak ada. Jadi mereka memang beneran saham murah, bukan murahan.
Okay, lalu bagaimana ceritanya ketiga saham diatas bisa disebut sebagai saham jackpot? Well, itu karena kalau anda perhatikan, baik saham EKAD, GEMA, maupun MICE, pada waktu-waktu tertentu bisa saja melejit secara tiba-tiba. Jika anda tidak percaya maka lihat saja chart harganya dalam 1 – 2 tahun terakhir, bisa di Yahoo Finance ataupun software trading anda. Kasus ‘jackpot’ terakhir adalah GEMA, dimana saham ini pada Juni 2013 lalu sempat tiba-tiba saja melejit sampai posisi 790, setelah sebelumnya hanya mondar-mandir saja di rentang 450 – 500. Sementara jackpot terakhir yang dialami MICE terjadi pada April 2013, dimana sahamnya naik dari 450 ke 860, alias nyaris 100%, sebelum kemudian turun lagi ke posisi sekarang. Bagaimana dengan EKAD? Silahkan anda cek sendiri.
Namun ada satu hal menarik yang penulis perhatikan dari fenomena jackpot ini, yakni: Ketiga saham tersebut biasanya mendadak populer dan banyak dibicarakan orang setelah harganya naik. Termasuk biasanya ketika itulah orang-orang baru sadar bahwa ini barang bagus, sehingga mereka kemudian beramai-ramai masuk di harga atas. Tapi ketika harganya lagi dibawah seperti sekarang? Gak ada yang ngomongin satu pun, termasuk mungkin gak ada yang berminat untuk membelinya. Padahal kalau berdasarkan kaidah value investing, justru saat inilah waktu yang tepat untuk masuk, kemudian jualnya nanti ketika ‘jackpot’ itu terjadi. Bukan sebaliknya!
Tapi apapun itu, fenomana ini sekaligus membuktikan bahwa anda tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di saham-saham seperti ini hanya karena volume transaksi perdagangannya tidak likuid. Sebab ketika saham-saham ini pada akhirnya naik juga, maka anda akan bisa keluar alias merealisasikan keuntungan dengan mudah, karena akan ada banyak orang yang menampung barang yang anda lempar. Kemungkinan hal ini pula yang menyebabkan Lo Kheng Hong tidak ragu untuk membeli saham Petrosea (PTRO) hingga puluhan juta lembar meski saham PTRO itu sendiri relatif tidak likuid dengan rata-rata volume transaksi hanya 1.5 juta lembar per hari. Sebab ketika nanti PTRO ini pada akhirnya naik juga, maka ia tidak akan mengalami kesulitan untuk melepas barang, karena akan ada banyak orang yang dengan suka rela menampungnya.
However, masalah terbesar dalam berinvestasi di saham-saham seperti ini, seperti yang sudah disebut diatas, adalah kita nggak tahu kapan mereka akan naik, bahkan jika anda adalah Papah Lauren atau Ki Kusumo. Kita nggak tahu kapan jackpot itu akan terjadi, bisa besok, minggu depan, bulan depan, atau bahkan tahun depan. Jadi jika anda termasuk yang kurang beruntung, maka mungkin anda bakal menunggu sangat lamaaa ketika memegang salah satu dari tiga saham diatas (lama disini untuk ukuran trader ya). Dan bukan tidak mungkin pula ketika anda akhirnya menyerah dan keluar, eeeh tak lama kemudian saham itu malah beneran naik! Penulis mengatakan ini sebab jujur saja, penulis pernah mengalaminya di MICE dulu, dimana penulis tidak kebagian jackpot yang terjadi para April kemarin, padahal baru menunggu selama dua bulan. Anyway, tidak pernah ada kata terlambat untuk mencobanya lagi bukan?
Okay, I think that is enough, selanjutnya akan kita bahas lagi minggu depan. Anda punya ide saham-saham lain yang cocok untuk investasi maupun trading? Anda bisa menyampaikannya melalui kolom komentar dibawah.

NB: Penulis
menulis buku pendek berjudul ‘Superinvestor’, yang memuat seminar Warren Buffett tentang value investing. Anda bisa memperolehnya disini.

Contact Us

Teguh Hidayat & Partners
Telp/SMS: 081220445202 (Ms. Nury)
Pin BB: 2850E045 (Ms. Nury)

Follow me on
Twitter:

Selasa, 18 Maret 2014

Here's Where Australia's High Net Worth Individuals Are Investing Their Cash

GETTY
Australia’s high net worth indivduals, those with $1 million or more to invest, are growing in number and have started changing tactics.
The Investment Trends 2013 High Net Worth Investor (HNW) Report shows the number of high net worth investors in Australia jumped 8% to 400,000 in 2013 from 370,000 in 2012.
They collectively hold nearly $1.4 trillion in investable assets.
And these high end investors have started reinvesting their cash reserves.
In 2013, the big investors allocated a larger proportion of their funds into direct listed shares and less into cash and term deposits compared to 2012.
“We find HNW investors to be leading indicators for what the general investor population will do,” said Investment Trends Senior Analyst Uwe Helmes.
“While the general population continued to accumulate cash reserves in 2013, according to RBA figures, HNW investors were ahead of the curve with a quarter of them already in the process of re-investing their excess cash.”
The proportion of assets invested in cash and term deposits declined in 2013 for the first time since 2009 (from 20% to 16%).
They allocated a larger proportion of their assets into direct shares (from 26% to 32%) to levels last seen in 2010.
This was driven by both more high net worth investors going into direct shares (90%, up from 85%) and a rise in the average amount invested ($1.15 million among those investing in direct shares, up from $950,000 in November 2012).
With the improvement in confidence, the momentum towards defensive assets observed over the previous four years is finally reversing.
Since 2008, an increasing proportion of high net worth investors have been investing for income, while fewer have been chasing capital gains. This remains the case but some appetite for capital growth is returning.
Global investment exposure has increased with considerable additional interest in North America
“Wealthy investors are showing increasing interest in investing globally,” said Uwe Helmes.
“Half of all high net worth investors have some form of international investment, up from just 40 per cent in 2009. In particular, interest in the United States and more broadly North America has increased over the last couple of years, with 8 per cent of HNW investors intending to start investing there over the next 12 months.”
Investment Trends surveyed 2,459 Australian high net worth investors, who collectively hold nearly $8 billion in investable assets, including 100 ultra-high net worth investors with more than $10 million to invest.
This chart shows the increasing number of high net worth investors in Australia:

Rabu, 05 Maret 2014

Kaya dari Dividen Saham

1. Folorunsho Alakija
Jumlah kekayaannya US$2,5 miliar. Wanita asal Nigeria ini jadi kaya atas usahanya sendiri dan bukan dari bisnis warisan. Dia adalah putri dari seorang ayah yang memiliki delapan istri dan 52 anak. Alakija menjadi miliarder perempuan pertama di Nigeria berkat kepemilikan saham di salah satu perusahaan penghasil minyak.

Resign dari karier pertama yang dijalaninya yakni bekerja sebagai sekretaris di salah satu bank Nigeria pada 1970, Alakija belajar desain fashion di Inggris.

Dia kemudian mendirikan Supreme Stitches, label fashion Nigeria yang khusus melayani kelas atas, termasuk Maryam Babangida, istri mantan presiden militer Nigeria, Ibrahim Babangida.

Alakija mendapat lisensi prospektif minyak seluas 620.000 hektare pada 1993. Alakija lalu meminta Texaco untuk menilai potensi kandungan minyak di tempat tersebut. Tiga tahun kemudian dia mendirikan Famfa Oil. Perusahaan minyak ini masuk dalam OML 27, salah satu blok minyak paling produktif di Nigeria. Dia diketahui memiliki 60 persen saham Famfa Oil.
2. Denise Coates

Jumlah kekayaan yang diusahakan sendiri sebesar US$1,6 miliar. Saat masih sekolah, Coates bekerja sebagai kasir di toko milik ayahnya.

Setelah selesai sekolah, dia dilatih untuk menjadi akuntan. Dia lalu mengakuisisi beberapa toko, berapa tahun kemudian dia menjualnya.

Suatu hari dia melihat keberhasilan bisnis judi online, dia pun mengarahkan keluarganya untuk beralih ke situ. Pada tahun 2000 dia membeli domain Bet365.com dan meluncurkan situs judi online pada Maret 2001.

Saat ini dia menjadi CEO dan pemegang saham terbesar di Bet365.com, situs judi online. Perusahaan itu dia bentuk bersama kakaknya, John.

Tahun lalu, penjualan judi online itu mencapai US$1,6 miliar, dia juga memiliki salah satu tim sepak bola Inggris. Sebagian hartanya lagi diperoleh dari sahamnya di salah satu perusahaan judi dan dividen yang diperoleh dari perusahaan judi itu selama lebih dari 13 tahun beroperasi.
3. Aerin Lauder Zinterhofer

Jumlah kekayaan yang dimilikinya US$1,1 miliar, sebagian diperolehnya dari warisan. Dia masuk ke dalam daftar miliader dunia setelah penjualan Estee Lauder, perusahaan kosmetik yang didirikan almarhumah neneknya, melonjak hingga US$100 miliar.

Putri sulung dari seorang dermawan dan pemimpin kongres Yahudi dunia, Ronald Lauder, sekarang memimpin perusahaan yang bergerak di bidang lifestyle itu.

Pada 2012 dia meluncurkan make-up, kemudian merambah ke parfum, aksesoris, perhiasan dan dekorasi rumah.
4. Jane Lauder
Jumlah kekayaan yang dimilikinya US$1,15 miliar, sebagian ia dapatkan dari warisan. Cucu dari legendaris pemilik perusahaan kosmetik terkenal Estee Lauder ini, menjadi miliarder perempuan termuda di Amerika Serikat. Dia masuk ke dalam daftar setelah mengambil alih saham dari perusahaan raksasa keluarganya.

Pada April tahun lalu, Lauder mengambil alih Clinique, perawatan kulit yang identik berada di mall, ini adalah salah satu dari 30 perusahaan di bawah payung Estee Lauder.

Pada 1996, setelah lulus dari Stanford University, dia bergabung di perusahaan milik neneknya. Dia menjalankan perusahaan yang menghasilkan produk make-up.

Dia kemudian menggantikan posisi ayahnya. Suaminya, Kevin Warsh, juga lulusan Stanford University. Suaminya juga menjadi anggota Federal Reserve Board termuda. Pasangan ini tinggal di Manhattan.

Selasa, 04 Maret 2014

Exciting Updates Equidate: The marketplace for startup equity.





We’re extremely excited to have you as a part of our growing community. The response we’ve received over the last month has been overwhelming. You might have seen us in Forbes this past weekend!

What we've been up to:
  • We’ve been busy polishing our platform and legal infrastructure. We want to make sure the process is secure and seamless as our transaction volume ramps up.
     
  • We’ve been gradually on-boarding shareholders and investors. Those of you who have seen our platform have gotten a taste of what’s in store. We’re excited to open up the marketplace to all of you soon!
     
  • We’re in the middle of wrapping up a financing round. More news to come on this front.
Millions of dollars worth of stock have now been listed on our platform, from shareholders at companies including Dropbox, Airbnb, SecondMarket, Evernote, Chartboost, SurveyMonkey, BitTorrent, Addepar, Drchrono, and 23andMe, to list a few.

Over the last month you’ve referred thousands of new members to our community. Thank you so much for your support. In case you’ve lost your referral link: http://www.equidateinc.com/?r=XXBGP0. Share this via Facebook, Twitter, or email - you earn $1000 towards future transactions when someone you refer completes a transaction! (void where prohibited by law)

We’re going to keep you updated with a new monthly newsletter. Meanwhile, please feel free to reach out to us directly if you have any questions. We’re always happy to chat with you!

Best,

Sohail, Samvit, Gil, & Andrea

Selasa, 18 Februari 2014

Zalora Dilaporkan Siapkan Penawaran Saham Perdana di Amerika Serikat


zalora
Tech In Asia melaporkan bahwa perusahaan e-commerce milik Rocket Internet Zalora yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara sedang menyiapkan diri untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) dengan mencari “IPO Project Manager”. Posisi ini berperanan menyusun pelaporan yang sesuai dengan regulasi SEC dan GAAP, serta memiliki pengalaman berkaitan dengan IPO di Amerika Serikat. Saat ini informasi posisi tersebut sudah dicabut dari halaman JobsDB Singapura.
Secara finansial, meskipun Zalora memproyeksikan baru memperoleh keuntungan di tahun 2015, perusahaan ini sudah mengumpulkan begitu banyak investasi, secara total lebih dari $500 juta, dalam usahanya menjadi yang terdepan di industri ini di kawasan Asia Tenggara. Absennya pemain e-commerce besar seperti Amazon dan eBay membuat langkah Zalora seperti tanpa tanding. Selain Zalora, dilaporkan bahwa saudaranya yang beroperasi di kawasan Eropa Zalando juga bakal melakukan hal serupa. Kami perkirakan, jika tanpa aral merintang, Zalora bakal melantai di bursa saham Amerika Serikat tahun 2015.
Apa tujuan Zalora melakukan IPO? Hal yang paling logis adalah sebagai exit plan yang disusun oleh Rocket Internet dan para investor awal Zalora. Dengan melempar saham ke publik, mereka bisa memetik keuntungan (yang bisa berlipat-lipat) dari dana yang diinvestasikan selama ini. Dana bakal digunakan lagi oleh Rocket Internet sebagai serial entrepreneur untuk membuka bisnis baru.
Kisah sukses Amazon dan eBay sebagai perusahaan e-commerce publik yang sahamnya bernilai berlipat-lipat setelah IPO bisa mendorong harapan supaya warga Amerika Serikat melirik Zalora sebagai sasarannya. Sebagai perbandingan jika seseorang menginvestasikan dana $1000 untuk membeli saham Amazon saat penawaran saham perdana tahun 1997, di bulan November 2013 nilainya akan mencapai lebih dari $239.000 (atau hampir 240 kali lipat) dalam waktu 16 tahun.
Hal yang tidak berbeda sesungguhnya juga diamini oleh sejumlah pengusaha e-commerce di Indonesia. Salah satunya adalah Bukalapak, di mana Achmad Zaky selaku Pendiri dan CEO berharap dalam jangka beberapa tahun ke depan bisa melancarkan hal serupa. IPO menurut mereka adalah exit plan terbaik yang bersifat win-win solution untuk semua pihak.

Senin, 10 Februari 2014

Ebook Analisis Kuartal IV 2013

Dear investor, untuk membantu anda dalam melakukan screening untuk memilih saham yang bagus dan memiliki valuasi rendah, maka penulis membuat Ebook Kuartalan (buku elektronik, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis terhadap 30 buah saham, yang pada edisi kali ini berdasarkan kinerja laporan keuangan (LK) mereka pada Kuartal IV 2013. Berikut adalah ketiga puluh saham dibahas dalam ebook kali ini, yang sudah disaring berdasarkan fundamentalnya dari sekitar 400-an saham di BEI:
Catatan: Pilihan sahamnya belum ditentukan, karena masih menunggu para emiten merilis laporan keuangannya masing-masing. Namun berikut adalah ke-30 saham yang dibahas di edisi sebelumnya, yakni edisi Kuartal III 2013.



MTDL
BBNI
TOTL
TELE
BKSL
NRCA
ERAA
KIJA
MNCN
UNVR
MDLN
MFIN
ICBP
GPRA
CASS
WIIM
SMRA
MLPL
AISA
LPCK
GEMA
MBTO
SMGR
ISSP
BBRI
SMBR
EKAD
BTPN
ADHI
MBSS

Selain ketiga puluh saham diatas, penulis juga memasukkan analisis singkat dari beberapa saham yang tidak masuk list rekomendasi (tidak direkomendasikan, setidaknya untuk saat ini), entah karena kinerjanya lagi nggak bagus atau valuasi/harga sahamnya sudah mahal, namun penulis tetap membahasnya meski hanya sekilas karena saham-saham tersebut dipegang oleh banyak investor (mungkin anda salah satunya). Jadi yap, ebook ini sebenarnya merangkum analisis dari semua saham di BEI, tapi yang dibahas hanya yang memang cukup bagus saja. Ebook ini dibuat dengan cara menganalisis semua laporan keuangan di BEI, satu per satu.

Ebook ini pertama kali terbit pada September 2010, dan Edisi kali ini merupakan edisi keempat belas yang akan terbit pada hari Senin, tanggal 17 Februari 2014. Berikut adalah beberapa poin utama yang dibahas di ebook tersebut:
1. Pilihan saham-saham yang cocok untuk investasi (mid hingga long term)
2. Pilihan saham-saham yang secara fundamental bisa dipakai untuk trading
3. Tingkat rekomendasi untuk tiap-tiap saham
4. Posisi harga beli yang disarankan untuk tiap-tiap saham, plus target harganya jika ada, dan
5. Outlook serta prospek perusahaan yang bersangkutan kedepannya
Seluruh analisisnya ditulis dengan gaya penulisan seperti yang biasa disajikan di website ini, dan dengan tingkat akurasi rekomendasi yang juga kurang lebih sama (disclaimer is on), namun analisisnya disajikan secara lebih ringkas dan to the point (karena saham yang dibahas adalah 30 saham sekaligus), sehingga tebal ebooknya hanya sekitar 50 – 60 halaman.
Berikut ini adalah biaya untuk memperoleh ebook tersebut:
1. Print VersionRp250,000
2. Non-Print Version, Rp200,000
Catatan: Isi materi yang disajikan dikedua versi tersebut sama saja. Bedanya, Print Version bisa diprint/dicetak diatas kertas, sehingga bisa dijadikan buku beneran. Namun ini bukan berarti bukunya sudah berbentuk buku, melainkan masih berbentuk file PDF yang nantinya bisa anda print sendiri (pake printer kantor aja biar gratis). Sedangkan Non-Print Version tidak bisa diprint, sehingga anda hanya bisa membacanya melalui komputer, tablet, maupun smartphone.
Bonus: Agar ebook ini tetap up to date hingga 3 bulan kedepan, maka penulis menyediakan ‘kalkulator saham’ dalam bentuk file Microsoft Excel, dimana anda bisa memasukkan harga terbaru dari saham yang anda cermati, kemudian nantinya PER dan PBV sahamnya akan berubah dengan sendirinya. Sehingga anda bisa tetap menganalisis PER dan PBV terbaru dari saham-saham yang disajikan di ebook ini, sekaligus membanding-bandingkannya, tanpa perlu terpaku pada posisi harga saham ketika ebook ini terbit. Kalkulator saham ini akan anda terima dalam satu paket dengan Ebooknya.
Okay, berikut cara pesennya (preorder):
1. Lakukan payment melalui transfer:
Bank Mandiri no rek 132.000.7062087 a/n Teguh Hidayat, atau
Bank BCA no rek 139.229.1118 a/n Teguh Hidayat.
Jangan lupa untuk menyertakan angka unik dalam nominal transfer anda. Misalnya jika anda memesan non print version, maka transfernya 200003, 200005, dan seterusnya. Ini untuk membedakan transferan anda dengan yang lainnya.
2. Segera kirim email ke teguh.idx@gmail.com dengan subjek ‘Preorder Ebook Kuartalan', dan isi: Nama lengkap anda, print/non-print version, jumlah transfer, bank tujuan transfer. Contoh: , Non-Print Version, 200007, BCA. Anda nggak perlu kirim bukti transfer, karena penulis bisa langsung mengecek transferan anda melalui internet banking.
3. Anda akan menerima email konfirmasi bahwa payment anda sudah diterima, selanjutnya ebooknya akan dikirim ke alamat email anda segera setelah terbit pada tanggal 17 Februari.
Demikian, semoga produk sederhana yang penulis buat ini bisa membantu anda untuk menghemat waktu dalam mengerjakan analisis, dan tentunya meningkatkan perolehan gain anda di market. Bagi anda yang merupakan investor serius, maka ebook ini akan menjadi senjata serta panduan penting yang harus anda miliki untuk bertempur di pasar modal.
Catatan:

  1. Penulis menyediakan layanan aftersales, dimana anda sebagai pelanggan ebook ini bisa bertanya apapun terkait analisis yang disajikan di ebooknya. Anda bisa mengirim pertanyaan tersebut melalui email teguh.idx@gmail.com, dan penulis akan membalasnya secepatnya.
  2. Analisis yang ditulis di ebook ini sejatinya merupakan ‘blueprint’ dari rencana kegiatan investasi milik penulis sendiri. Sampel gratis dari ebook ini bisa diperoleh disini.
  3. Anda masih bisa membeli Ebook Kuartalan edisi Kuartal III 2013, yaitu edisi yang terbit sebelum edisi Kuartal IV 2013 ini, tentunya dengan harga diskon yaitu Rp95,000, sudah merupakan versi yang bisa diprint. Untuk memesannya, anda bisa transfer biayanya ke no rekening diatas, kemudian kirim email ke teguh.idx@gmail.com dengan subjek 'Ebook Kuartalan edisi lama'. Jangan lupa sebutkan nama anda, dan bank tujuan transfer.
Punya pertanyaan tentang produk analisis ini? Anda bisa menanyakannya dengan mengirim email pertanyaan ke teguh.idx@gmail.com, or call/SMS my assistant (Ms. Nury) di nomor telp 081220445202 dan Pin BB 2850E045.
Atau anda bisa langsung kontak penulis melalui pin BB 7556E6B4 (saya sendiri, office hour only).
Terakhir, anda juga bisa berlangganan ebook ini untuk satu tahun penuh alias empat edisi, yaitu mulai dari edisi Kuartal IV 2013 ini hingga edisi Kuartal III 2014 mendatang, tentunya dengan diskon alias potongan harga. Berikut biayanya:
1. Print Version, Rp800,000
2. Non-Print Version, Rp700,000
Untuk memesannya, anda bisa transfer biayanya ke salah satu nomor rekening diatas (gak usah pake angka unik), lalu kirim email ke teguh.idx@gmail.com, dengan subjek 'Ebook Kuartalan Satu Tahun'. Seperti biasa jangan lupa sebutkan nama lengkap anda, print/non print version, dan bank tujuan transfer.

Di Sini, Orang Kaya Menimbun Harta

PLASADANA.COM - Adalah rahasia umum, jika kebanyakan orang kaya di dunia berlomba-lomba menyembunyikan harta mereka. Segala cara dan semua tempat mereka gunakan sebagai lumbung rahasia, demi menghindari pungutan pajak.
Salah satu tempat yang menjadi surga orang kaya pengemplang pajak adalah British Virgin Island. Ini adalah pulau kecil milik Kerajaan Inggris yang terletak di Kepulauan Karibia Amerika Selatan, tepatnya sebelah timur Jamaika. Luas wilayahnya hanya 153 kilometer persegi dengan penduduk 23 ribu orang.
Tapi jangan lihat dari profil fisiknya saja. Sebab, kekayaan British Virgin Island bisa jadi lebih besar ketimbang negara-negara berkembang di Asia. Maklum saja, di pulau kecil ini bermukim aset-aset orang terkaya di seluruh dunia, dan kebanyakan berasal dari Asia.
Penelitian terbaru The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) menyebutkan orang kaya Cina menjadi penimbun harta nomor wahid di kawasan ini. Di kawasan Karibia, terdapat 21 ribu orang kaya asal Cina. Para pemimpin dan elit politik Cina kabarnya memiliki aset di British Virgin Island, salah satunya saudara ipar Presiden Xi Jinping.
Sialnya warga Cina kebanyakan tidak mengetahui adanya timbunan kekayaan para pemimpin mereka di luar negeri. Kemungkinan para petinggi ini menggunakan British Virgin Island sebagai lumbung uang hasil korupsi dan tunggakan pajak. ICIJ memperkirakan nilai aset tidak terlacak itu mencapai US$ 1-4 triliun, yang tertimbun sejak tahun 2000.
Orang Indonesia pun tak ketinggalan. Menurut ICIJ, ada 2.506 orang Indonesia yang menimbun harta di kawasan ini melalui perusahaan offshore, perusahaan yang beroperasi di luar negara tempat dia terdaftar. Riset ICIJ menyebutkan 9 dari 11 orang kaya Indonesia memiliki 190 perusahaan offshore dengan kekayaan US$ 36 miliar. Mereka adalah orang terkaya Indonesia yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Soeharto.
Di British Virgin Island, mereka bebas menimbun harta lantaran cuma dikenai pungutan murah. Tanpa kewajiban pelaporan asal usul harta dan bebas dari penyelidikan pencucian uang. Jika sudah begini, siapa yang mampu mengusutnya?
Penulis: Peppy Ramadhyaz